Banser Tetap Jadi Benteng Ulama

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Barisan Serba Guna (Banser) NU tetap menjadi benteng ulama dan kader bangsa yang masih setia pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Dengan karakter keindonesiaan yang sudah jelas dan kuat, Banser diharapkan menjadi pemimpin pemuda di daerah dan lingkungannya.

 

Para peserta Diklatsar Banser Angkatan ke-28 di Madrasah Mambaul Ulum, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ist)

 

HAL INI disampaikan Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Hasan Abadi saat menjadi narasumber Diklatsar Banser Angkatan ke-28 di Madrasah Mambaul Ulum, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (22/12/2019) siang.

“Banser harus tetap menjadi benteng ulama dan kader bangsa yang tetap setia pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Dengan karakter yang sudah jelas dan kuat, Banser diharapkan menjadi pemimpin pemuda di daerah dan lingkungannya,” kata Hasan.

Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Hasan Abadi menerima cindera mata saat menjadi narasumber Diklatsar Banser Angkatan ke-28 di Madrasah Mambaul Ulum, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ist)

Diklatsar ini diikuti 68 anggota baru Banser se-Kecamatan Pagelaran. Kegiatan dilakukan selama tiga hari,  mulai tanggal 20 – 22 Desember 2019.

Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Malang yang berada di bawah PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, mengadakan Diklatsar Banser Angkatan ke-28, menghadirkan Hasan Abadi sebagai narasumber.

“Sebagai kader serbaguna GP Ansor, Banser harus kuat karakter kepemimpinannya, tanggap terhadap perubahan jaman,” jelas lelaki yang turut meramaikan kontestasi Pilbup Malang 2020 tersebut.

Hasan yang juga Ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang ini mengungkapkan, Banser harus menjadi garda depan sebagai aktor pembangunan di Kabupaten Malang. Dalam hal ini Banser harus tanggap, mengerti, dan mendukung penguatan potensi daerah, seperti dalam bidang kepariwisataan, Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singosari, dan lain- lain.

“Secara individu Banser juga harus kuat moralitas (akhlak) serta menguasai smart teknologi, karena itu adalah keniscayaan,” jelas Hasan Abadi.

Dikatakannya, karena jumlahnya yang cukup besar di Kabupaten Malang, mesti ada penyebaran kader supaya tidak menumpuk di titik-titik lokasi tertentu. “Banser juga harus merangkul para pemuda di Kabupaten Malang untuk diajak bersama-sama membangun Kabupaten Malang,” pungkas Hasan Abadi. (had/mat)