Bandar Malaysia Kirim Sabu ke Mojokerto, 2 Pengedar Diringkus di Tol

Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, menyergap dua pengedar sabu di ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto.

SURABAYA,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, menyergap dua pengedar sabu di ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto, Senin (19/11/2018). Selain menyita satu unit mobil, dalam penyergapan ini, petugas BNNP Jawa Timur juga menyita lebih dari 2 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam tas.

 

PENYERGAPAN yang dilakukan sejumlah petugas BNNP Jawa Timur ini, dilakukan setelah sebelumnya membuntuti mobil yang dikendarai Zulfadli asal Sukabumi dan Endra Subekti warga Jakarta Selatan. Petugas BNNP yang membuntuti kedua tersangka sejak dari Kota Surabaya, langsung menghentikan paksa mobil, tepat sebelum pintu tol Mojokerto.

Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, menyergap dua pengedar sabu di ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto.

“Setelah menerima informasi, kita langsung mengikuti mobil yang dikendarai dua orang dengan ciri-ciri yang telah kita identifikasi sebelumnya. Setelah itu kita lakukan penangkapan sebelum masuk pintu tol Mojokerto,” jelas Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Senin (19/11/2018).

Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, mengamankan 2 kg sabu yang dikirim dari Malaysia ke Mojokerto.

Setelah kedua tersangka yang diduga pengedar sabu diamankan, petugas BNNP menggeledah mobil yang dikendarai keduanya. “Dari dalam mobil ditemukan tas berisi amphetamin atau sabu seberat 2 kilogram lebih,” imbuh Bambang.

Kedua tersangka ini merupakan bagian dari jaringan besar peredaran sabu di Kota Mojokerto. “Penangkapan keduanya merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya di Mojokerto. Keduanya merupakan suruhan dari tersangka yang sebelumnya sudah kita amankan,” ungkap Bambang.

Dari hasil pemeriksaan sementara kedua tersangka, barang bukti sabu yang memiliki kualitas bagus ini, dikirim dari bandar besarnya di Malaysia. Seluruh barang haram ini akan dikirim ke pemesannya di Mojokerto, sebelum kemudian diedarkan ke sejumlah wilayah di Jawa Timur. “Untuk sementara kasusnya masih kita kembangkan, karena ini termasuk jaringan besar,” pungkas Bambang. (ang)