Bakar Sampah, Rumah Terbakar

*Reporter : jull dian

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Gara-gara membakar sampah, rumah milik Tuminah (60),  warga Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  terbakar, Jumat (27/04/2018) pagi, sekitar pukul 09.40 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

 

Warga berbondong-bondong membantu memadamkan api yang membakar rumah milik Tuminah, di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (27/04/2018) pagi.
Rumah milik Tuminah yang terbakar di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (27/04/2018) pagI

KEPADA awak media, Kepala Seksi Penanggulanggan Bahaya Kebakaran Kabupaten Malang, Nurul Khusnaeni membenarkan peristiwa tersebut. “Benar,  kita menerima laporan ada kejadian rumah terbakar di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan dengan pemilik atas nama Tuminah pada pukul 09.40 WIB,” terang Nurul.

Menurut Nurul, rumah Tuminah tersebut dikontrak oleh distributor jamu. ” Pagi hari, penghuni rumah melihat sampah yang menumpuk. Dia  ingin membersihkan sampah itu  dengan cara dibakar di belakang rumah,” jelas pria yang akrab disapa Lulun ini.

Namun, saat api sedang menyala, sampah yang terbakar ditinggal pergi. Lama kelamaan api semakin membesar dan menyambar atap dapur rumah. Seketika itu juga, bangunan atap yang rangkanya dari kayu ludes terbakar. “Kejadian tersebut diketahui warga ketika api sudah membakar atap dan langsung dilaporkan ke kami,”ungkap Nurul.

Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang, warga berjibaku memadamkan amuk si jago merah dengan peralatan seadanya. “Pukul 10.08 WIB, api berhasil dipadamkan dan langsung dilakukan pendinginan. Dalam kebakaran ini,  kami menurunkan tiga unit mobil damkar,”tegas Nurul.

Beruntung,  kebakaran yang menimpa rumah Tuminah tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cedera. “Hanya kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi PBK Kabupaten Malang ini menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati. “Jika membakar sampah atau memasak, pastikan api padam baru ditinggal. Jangan membiarkan api menyala tanpa pengawasan,  karena berbahaya,”pungkas Nurul Khusnaeni.  (*)