Atasi Kesulitan Air Bersih Dengan Bangun Sumur Bor

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kesulitan air bersih yang dialami sejumlah desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam beberapa tahun terakhir ini, akan segera teratasi, menyusul dibangunnya 28 sumur bor yang menyebar di beberapa desa. Bahkan, Bupati Malang, HM Sanusi berjanji akan menyediakan dana lagi untuk pembangunan sumur pada tahun anggaran 2020.

 

Peta kekeringan di Kabupaten Malang.

 

“TAHUN 2019 ini sudah ada 20 sumur bor  yang dibangun menggunakan dana APBD. Selain itu, sudah dibangun juga 8 sumur bor dari 16 titik yang direncanakan dari Kementerian  Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (RI).  Kalau tahun ini belum cukup, tahun anggaran 2020 akan kami bangun lagi,” kata Bupati Malang, HM Sanusi di hadapan sejumlah wartawan, Kamis (17/10/2019) siang.

Masyarakat antri air bersih.

Dia juga berharap kepada para  wartawan  yang sering keliling ke daerah-daerah, jika menemukan ada daerah yang kekurangan air bersih,  agar  melaporkan permasalahan tersebut kepada Pemkab Malang —dalam hal ini kepada Bappeda— agar permasalahannya dapat teratasi.

“Kabupaten Malang diijinkan untuk melakukan pengeboran sumur manakala tidak ada bantuan dari pemerintah pusat (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral). Namun saya sudah minta kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Arcandra Tahar),  untuk dibantu dan wamen menyanggupi,” kata Sanusi.

Bahkan, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini juga sudah memerintahkan jajarannya untuk mendata semua desa yang berpotensi kekurangan air bersih. Bupati   akan minta  bantuan kepada kementerian. “Jika bantuan itu tidak mencukupi, akan dipenuhi lewat APBD 2020.  Tahun ini sudah ada 20 sumur bor  dari APBD selain dari wamen (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) sebanyak 18 titik,” ujarnya.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (RI), Arcandra Tahar, Rabu (16/10/2019) lalu meresmikan sumur bor air tanah di Dusun Banyu Urip, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ini merupakan program Badan Geologi, Kementerian ESDM. Pada tahun anggaran 2019,  telah menyelesaikan 8 dari 16 sumur yang  dibangun di wilayah Kabupaten Malang.

Delapan unit sumur yang sudah selesai dibangun tersebut terletak di Kecamatan Pagak sebanyak empat unit,  meliputi di Desa Pagak (Dusun Banyu Urip dan Dusun Tempur), Desa Sempol dan Desa Gampingan. Tiga unit lainnya di Kecamatan Bantur,  meliputi di Desa Rejosari, Desa Sumberbening dan Desa Bandungrejo. Satu unit sisanya di Kecamatan Donomulyo, Desa Purwodadi.

Wamen ESDM, Arcandra Tahar menjelaskan, delapan sumur bor yang sudah dibangun  di Kabupaten Malang ini  memiliki spesifikasi teknis kedalaman 126 meter, debit rata-rata 1,7 liter/detik, dengan kontruksi pipa besi galvanis diameter 6 inchi, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah panel, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Kapasitas layanan rata-rata sumur bor ini sampai dengan 2.500 jiwa.

“Program  yang tepat dijalankan di Malang selatan untuk mengatasi persoalan kekurangan air bersih adalah dengan memperbanyak jumlah sumur bor dan pembangunan embung. Kementerian ESDM juga memberi bantuan Kabupaten Malang penerangan jalan bertenaga surya sebanyak 400 titik. Kami juga punya program bantuan mesin yang dikonversikan BBM ke elpiji 3 kg. Penyaluran listrik dari tenaga surya bagi rumah tangga,” jelas Arcandra.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, saat ini ada 15 desa yang mengalami kesulitan air bersih. “Saat ini kami siapkan truk tangki untuk mengirim air bersih ke desa-desa tersebut. Selama ada permintaan, setiap hari selalu dikirim,” kata Kepala BPBD, Bambang Istiawan.   (bri/mat)