TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Inilah rusunawa mahasiswa FKH UB yang akan dijadikan isolasi terpusat OTG COVID-19.

Atasi COVID, Kodim 0818 – UB Siapkan Rusunawa Untuk Isolasi

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kodim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu terus melakukan antisipasi ledakan COVID-19. Selain mengajukan penambahan vaksin, Dandim 0818 Letkol Inf Yusub Dody Sandra meminjam rusunawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai tempat isolasi terpusat.

 

Dandim 0818 Letkol Inf Yusub Dody Sandra meninjau rusunawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UB di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang sebagai tempat isolasi terpusat.

 

UNTUK memastikan rusunawa mahasiswa FKH Universitas Brawijaya ini benar-benar siap dipakai untuk isolasi, Dandim 0818 Letkol Inf Yusub Dody Sandra meninjau rusunawa  tersebut, Senin  (26/07/2021) siang.

Ikut mendampingi, Dr. Adi (Dokter FKH UB), Dr Ayra (GM Rusunawa UB), Kpt Inf Reko Endro Kuntoro (Danramil 0818/29 Dau), anggota Koramil 0818/29 Dau,Kades Kalisongo, Tim Satgas COVID UB, Slamet (Kasun Desa Kalisongo), Sertu Andri.B (Babinsa Desa Kalisongo), serta perangkat desa setempat.

Inilah rusunawa mahasiswa FKH UB yang akan dijadikan isolasi terpusat OTG COVID-19.

“Di sini terdapat 56 kamar. Rencananya akan dipakai sebagai tempat isolasi terpusat  OTG (orang tanpa gejala). Satu ruangan terdiri dari 2 tempat tidur untuk 2 orang.  Ada dua kamar mandi di dalam ruangan.  Satu ruangan akan di jadikan tepat untuk tenaga kesehatan. Untuk para tenaga medis akan disiapkan oleh Rektorat UB pusat. Rencananya, ada 10 orang dokter yang akan diambil dari alumni kedokteran UB, serta 15 tenaga medis akan diambilkan dari para dosen kedokteran UB, ” katanya di sela-sela kunjungan.

Dandim 0818 menjelaskan, sesuai instruksi presiden, diharapkan tidak ada lagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 melakukan isolasi mandiri di rumah sehingga penanganan kurang maksimal. “Dengan adanya tempat isolasi terpusat yang ditangani dokter dan nakes, diharapkan penyembuhan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dapat meningkat,” terangnya.

Yusub Dody Sandra menambahkan, untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19, Kodim 0818 berkerjasama dengan UB dan pemerintah daerah, mencari alternatif-alternatif yang bisa dilakukan untuk menekan kasus COVID-19, termasuk meringankan beban RS rujukan.

Sementara itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu juga menggelar vaksinasi massal di  kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, selama dua hari, Kamis (22/07/2021) dan Jumat (23/07/2021).  Tak tanggung-tanggung, dalam kegiatan ini, Kodim 0818 menyiapkan 6.000 vaksin Sinovac.

Wakil Koordinator Pelaksana Vaksinasi, Mayor CKM Hartoko, menjelaskan, pasokan vaksin berasal dari Pusat Kesehatan (Puskes) TNI AD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. “Jumlah aksin yang diberikan sebanyak  3.000 vaksin Sinovac perhari atau 6.000 vaksin untuk  dua hari.

“Kalau jumlah vaksin berlebih, akan kami alihkan ke tempat lain. Sebaliknya, jika jumlahnya kurang, akan kami mintakan lagi ke Puskes atau Dinkes. Peserta vaksin tidak dipungut biaya apa pun alias  gratis,” kata Mayor CKM Hartoko. (mat)