Apel Taji Melimpah, Siap Menjadi Desa Wisata

Menikmati apel di Taji.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kabupaten Malang, jawa Timur, mempunyai banyak potensi perkebunan  yang  terus dikembangkan. Salah satunya buah apel di Desa Taji,  Kecamatan Jabung. Apel Taji mempunyai rasa dan kualitas yang tidak kalah dengan apel dari Batu dan Poncokusumo.

 

DENGAN potensi ini, warga berharap, desanya menjadi desa wisata petik apel alternatif yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan.

Majid, tokoh pemuda Desa Taji mengatakan, saking banyaknya hasil pertanian apel, sampai  harus dijual hingga ke luar Malang Raya. “Apel dijual sampai ke Kota Batu dan Surabaya. Di sini kualitas lebih bagus, karena didukung ketinggian geografis. Rasanya lebih renyah dan manis,” terangnya, Senin (02/09/2019).

Apel di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang melimpah.

Sementara, H. Sakim, petani apel jenis abang mengatakan, sekarang ini banyak wisatawan berkunjung ke Desa Taji karena ingin petik apel. “Saya senang kalau Desa Taji dijadikan desa wisata. Selain bisa meningkatkan pendapatan, juga bisa mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Ia menambahkan, pariwisata menjadi penyumbang devisa besar di Indonesia yang wajib dikembangkan dan dimajukan. “Sudah saatnya kita memajukan wisata dengan upaya memaksimalkan local wisdom dan memberdayakan masyarakat desa,” tandas H. Sakim.

Desa Taji tidak hanya menjadi penghasil apel jenis abang dan manalagi, tapi juga penghasil kopi jenis arabica.  Dua potensi itu bisa menjadi alasan kuat menjadi Taji menjadi desa wisata. (had)