TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menggagas sebuah aplikasi berbasis webb. Aplikasi yang menyediakan jasa layanan pengolahan data ini dinamai ANORA.

ANORA, Aplikasi Jasa Pengolahan Data Karya Mahasiswa ITS

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah aplikasi berbasis webb. Aplikasi yang menyediakan jasa layanan pengolahan data ini dinamai ANORA.

 

Empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menggagas sebuah aplikasi berbasis webb. Aplikasi yang menyediakan jasa layanan pengolahan data ini dinamai ANORA.

 

KEEMPAT mahasiswa ini adalah Wahidatul Wardah Al Maulidiyah (Departemen Statistika), Nanda Novenia Shinta Hapsari (Departemen Statistika), Andrea Ernest (Departemen Statistika), serta Mery Yulinda Rahmi (Departemen Sistem Informasi).

Mereka berhasil mengembangkan aplikasi sejak 2020 dan telah diakses  banyak pengguna.

Wahidatul Wardah Al Maulidiyah, Chief Executive and Finance Officer (CEFO) ANORA, mengungkapkan, berdirinya ANORA dilatarbelakangi oleh pasar jasa pengolahan yang potensial. Lebih dari itu, founder ANORA yang terdiri dari berbagai departemen ini ingin melatih kemampuan mereka dalam mengerjakan proyek-proyek besar.

“Untuk itu digagaslah aplikasi ANORA tersebut. Layaknya marketplace lain, ANORA mempunyai ciri khusus yaitufokus pada hal yang berkaitan dengan dunia statistik,” terang Wardah.

Wardah  mengungkapkan, ANORA menyediakan beberapa fitur menarik. Di antaranya, fitur chat, fitur pembayaran, fitur filtering berdasarkan harga dan software, hingga fitur pencari statistisi pengolah data sesuai kebutuhan pengguna.

“Selain itu kami juga memiliki fitur home service. Dengan fitur tersebut pengguna dapat mencari statistisi terdekat sehingga bisa didatangi secara langsung,” kata Wardah lagi.

Berbicara mengenai sejarah nama ANORA, mahasiswi asal Tuban ini mengungkapkan bahwa nama ANORA terinspirasi dari anova, sebuah metode khusus analisis statistik yang banyak digunakan dalam penelitian eksperimen. “Agar lebih menarik, kami ubah sedikit menjadi ANORA,” aku mahasiswi kelahiran 12 Juni 2001 tersebut.

Meski bekerja bersama, imbuh Wardah, keempat founder ANORA memiliki peran masing-masing. Sebagai CEFO, dirinya bertugas di bagian keuangan dan bertindak sebagai manajer. Sedangkan Nanda Novenia Shinta Hapsari berperan sebagai Chief Marketing Officer (CMO) yang bertugas dalam bidang strategi digital marketing.

Selanjutnya adalah Andrea Ernest sebagai Chief Human Resouce Officer (CHRO) yang bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi human resource sesuai dengan rencana strategis perusahaan, termasuk membuat kontrak dan berkomunikasi dengan mitra. Terakhir adalah Mery Yulinda Rahmi sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang bekerja di bidang pengembangan teknologi.

Berkat gagasan cemerlangnya ini, Tim ANORA ITS ini telah berhasil melanglang di berbagai kompetisi. Di antaranya adalah ITS Youth Technopreneur (IYT), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga baru-baru ini mereka berhasil lolos didanai dalam program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) 2021. “Di ASMI kami tidak memiliki persiapan khusus, hanya saja memperbaiki dan mempersiapkan pitch deck terbaik,” paparnya.

Keberhasilan mereka juga tidak lepas dari campur tangan pembimbing ANORA, Dr. Dra. Kartika Fithriasari, MSi,  dan developer ANORA terdahulu, Marde Fasma. “Ke depan, kami akan menyusun rencana alokasi dana yang akan diberikan untuk pengembangan website, marketing, hingga Sumber Daya Manusia (SDM),” imbuhnya.

Meski dalam pengembangannya banyak menuai kendala akibat kesibukan masing-masing, namun Tim ANORA tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi semua pihak. “Kami berharap ANORA dapat berkembang secara pesat dan menjadi marketplace jasa pengolahan data yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia,” pungkas Wardah. (ang/mat)