Alfamart Latih Pemilik Toko Cara Berdagang Yang Profesional

*Reporter : rahmat

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Manajemen PT. Sumber Alfaria Trijaya —perusahaan yang mengelola Alfamart— terus menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Mereka diberi pelatihan  manajemen ritel. Tujuannya, agar usahanya semakin maju.

 

Sumber Alfaria Trijaya —perusahaan yang mengelola Alfamart—memberikan pelatihan ritel kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (29/04/2018).

SEPERTI yang dilakukan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (29/04/2018) siang. Sebanyak 50 pelaku UMKM dari desa setempat, dilatih cara berdagang yang baik, benar dan profesional. Seperti cara menempatkan barang dagangan yang tepat, cara menghadapi konsumen dan sebagainya.

Para pemilik toko mengikuti pelatihan ritel yang diselenggarakan PT Sumber Alfaria Trijaya, di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Penempatan barang dagangannya harus tepat, baik dan benar.  Coba ibu-ibu lihat di Alfamart, tidak ada kan sabun yang dicampur dengan makanan atau minuman? Demikian pula cara para penjaga toko saat menghadapi konsumen, selalu disambut dengan baik dan ramah. Konsumen jangan dicuekin. Harus diperhatikan,” kata Corporate Communication Regional Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, M Faruq Asrory di lokasi pelatihan.

Para pemilik toko mengikuti pelatihan ritel di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Faruq juga menjelaskan, selama tiga hari berturut-turut, pihaknya melakukan pelatihan manajemen ritel. “Kemarin di Desa Tawangagung, Kecamatan Ampelgading. Hari ini di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Besok di Desa Gedok Kulon, Kecamatan Turen. Sebelumnya kami juga sudah melakukan kegiatan yang sama,” katanya. Dalam hal ini, PT Sumber Alfaria Trijaya bekerjasama dengan DPRD Kabupaten Malang. Karena mereka yang tahu kondisi wilayahnya masing-masing dan tahu apa yang dibutuhkan masyarakat.

Corporate Communication Regional Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, M Faruq Asrory.

“Karena kami hidup di Kabupaten Malang, kami juga ikut membantu masyarakat, baik lewat CSR (Corporate Social Renponsibility) aupun di kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadi, kami kerjasama dengan DPRD, perangkat desa,  dan kecamatan setempat,” kata Faruq.

Kepala Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Za’fari.

Mantan wartawan ini menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pelatihan sebanyak banyaknya. “Karena visi Alfamart adalah ingin menjadi jaringan distribusi ritel yang dimiliki masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memiliki ilmu ritel,  kemudian berkembang, nanti akan berkolaborasi dengan kami, dan bisa dijadikan outlet binaan alfamart. Di Kabupaten Malang, sampai saat ini,  ada ribuan outlet binaan Alfamart,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banjararum, Za’fari menyambut baik program ini. “Harapan kami, tidak cukup sampai di sini, tapi berkelanjutan. Setidaknya,  masyarakat kami punya modal untuk manajemen di rumah tangganya untuk mengurangi kemiskinan. Saat ini, ada sekitar 200 pedagang kecil di desa kami,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Didik Gatot Subroto yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, yang ikut pelatihan ini adalah pemilik UMKM, seperti pemilik toko, karena konsentrasinya manajemen ritel.

“Pelatihan ini  memberikan bantuan kepada pemilik toko dalam memanage tokonya. Walaupun tokonya dengan pola tradisional, tapi tradisional yang modern. Makanya, mereka diajari bagaimana penataannya, administrasinya, komunikasi dengan pembeli dan sebagainya. Tujuannya,  agar pelaku usaha kecil bisa memberikan pelayanan yang baik,” kata Didik Gatot Subroto.

Politisi yang berangkat dari Daerah Pemilihan Singosari, Lawang dan Pakis (Dapil 6) ini juga akan dibantu jika ingin mengembangkan usahanya. “Nanti  akan kita inventarisir. Karena Alfamart juga memberikan program pelatihan secara teknis. Kita berharap bisa dikonekan agar pendapatannya bertambah. Di satu sisi,  tokonya ada. Di sisi lain  ada tambahan unit usaha, sehingga kreativitasnya makin berkembang. Dengan demikian penghasilan mereka lebih meningkat,” harapnya.

“Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa apa yang dilakukan Alfamart, ternyata juga memberikan kepedulian kepada pemilik UMKM, sehingga keduanya sama-sama jalan,” tegas Didik. (*)