Aksi Bela Kalimat Tauhid Malang Raya, Dibubarkan Petugas Gabungan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Aksi Komunitas Pembela Tauhid Malang Raya, di Alon-alon Kota Malang, Minggu (28/10/2018), bubar. Hal itu setelah petugas gabungan dengan kekuatan 600 personil menghadangnya. Personil tersebut berasal dari Polri, TNI serta BKO dari Polda Jawa Timur.

 

 

Prosesi pelaksanaan pengamanan aksi bela tauhid di Kota Malang.

 

PARA demonstran yang mayoritas datang dari luar Malang dan sekitarnya ini, harus kembali ke rombongannya masing-masing. Beberapa rombongan, datang menggunakan mobil, gagal beraksi di Kota Malang.

Kapolres Malang kota, AKBP Asfuri menjelaskan, sebelumnya, masa yang datang mayoritas dari luar Kota Malang.

“Awalnya, masa datang dari berbagai daerah, melaksanakan sholat subuh di Masjid Jamik Kota Malang. Selanjutnya, Forkopimda memberikan himbauan, agar bersama sama menciptakan Kota Malang yang kondusif. Untuk itu, komunitas tersebut diminta kembali ke daerah asalnya,” tuturnya, usai turun langsung memimpin pasukannya.

Sebelum meninggalkan lokasi, para pendemo dan petugas pun sempat terjadi aksi saling dorong. Namun, berkat kesigapan petugas, para pendemo akhirnya membubarkan diri. Perwakilan pendemo dan petugaspun, sempat terjadi dialog dan berakhir dengan pembubaran.

Disinggung terkait ijin kegiatan, Kapolresta Malang menyampaikan, bahwa komunitas itu telah menyampaikan pemberitahuan. Pemberitahuan itu, berupa pelaksanaan pawai dari Alon-Alon menuju Balaikota Malang.

“Pemberitahuannya, kegiatan pawai mulai dari Alun-alun, dan berakhir di depan Balaikota Malang. Dengan bubarnya di alon-alon, sehingga tidak jadi berpawai ke Balaikota Malang,” lanjutnya. (ide)