Agar Pilkades Damai, Kepanjen Gelar Deklarasi Onthel Demokrasi

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ada-ada saja cara yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan keadaan kondusif jelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Minggu (30/06/2019). Salah satu ide uniknya, menggelar safari sepeda onthel demokrasi, melintasi jalan utama di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kamis (27/06/2019).

 

Camat Kepanjen, Abai Saleh (kaos putih) bersama peserta sepeda onthel demokrasi.

 

ABAI SALEH, Camat Kepanjen menuturkan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan unik yang dinamakan Deklarasi Onthel Demokrasi.  Menurutnya, dalam masa hari tenang ini,  para calon dilarang kampanye. “Selayaknya semua pihak ikut menjaga keadaan agar aman, kondusif, damai,  dan stabil,” katanya.

Camat Kepanjen, Abai Saleh (kaos putih) ikut ngontel dalam safari sepeda onthel demokrasi, melintasi jalan utama di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.

Dalam giat onthel demokrasi ini, turut serta seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, calon kades, perangkat desa dan muspika.  Diharapkan semua elemen bisa bergandeng tangan melakukan olahraga ringan bersepeda, dengan harapan tertanam sikap siap kalah,  siap menang.

“Kami telah berbagi tugas untuk menjalankan silaturahim, untuk menciptakan keadaan kondusif. Semoga semua calon siap kalah dan siap menang,” tegas Abai Saleh.

Seperti diketahui, sebanyak 859 calon kepala desa dari 269 desa di Kabupaten Malang,  Jawa Timur, akan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Minggu (30/06/2019) dengan total anggaran sekitar Rp 14,3 miliar.  Para calon kades sudah berikrar, siap kalah, siap menang. Ini disampaikan  saat Apel Deklarasi Pilkades Damai, Jumat (20/06/2019)  di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Plt Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, “Pilkades serentak gelombang ketiga tahun 2019 ini merupakan sarana mengembangkan nilai-nilai demokrasi dan politik di Indonesia, sekaligus proses pembelajaran budaya politik kepada masyarakat. Dengan memilih figur atau sosok pemimpin yang sesuai dengan hati nurani dan keyakinannya, serta mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.”

Pilkades serentak gelombang  pertama dilaksanakan pada 30 April 2017 dan gelombang kedua pada 11 November 2018.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini pun berharap, pilkades serentak gelombang ketiga tahun 2019 pun dapat berjalan lancar. “Masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan berpotensi menimbulkan kekacauan atau situasi yang tidak kondusif, yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian bagi masyarakat,” harapnya. (hadi/mat)