Agar Babat-Lamongan Tak Banjir, DPRD Desak Normalisasi Waduk Semando

Banjir yang sering terjadi di Lamongan

Banjir yang sering terjadi di daerah Babat, Lamongan, Jawa Timur beberapa waktu terakhir ini dipicu banyak faktor. Salah satunya dangkalnya Waduk Rawa Semando seluas 136 hektare di Kecamatan Babat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus segera melakukan pengerukan agar pendangkalan di waduk tersebut tidak semakin parah.

Persoalan ini pun disorot Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Bahkan, DPRD melalui anggotanya Makin Abas, sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segara melakukan pengerukan dan normalisasi Waduk Rawa Semando.
Anggota DPRD Jatim, Makin Abas ditemui di DPRD Jatim, Kamis (10/3) mengatakan “Normalisasi rawa Seman-do seluas 136 hektare di Kecamatan Babat harus segera dilakukan. Waduk ini harus segera dikeruk. Sebab, saat ini waduk tersebut sudah mengalami pendangkalan, sehingga air di waduk tersebut meluber yang mengakibatkan banjir di wilayah Lamongan dan Babat,” kata Makin Abas, belum lama ini.
Dia mengaku meninjau waduk tersebut bersama Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). “Saya berharap tahun 2016 ini Pemerintah Provinsi Jatim segera meniapkan anganggaran untuk normalisasi Waduk Rawa Semando agar kedepan tidak terjadi banjir di wilayah Lamongan – Babat,” katanya.
Apabila normalisasi atau pengerukan waduk tidak dilakukan, dia yakin banjir akan terjadi lagi. Bahkan, banjir yang terjadi di wilayah Lamongan tahun 2016 ini merupakan yang terparah dari tahun sebelumnya. Banyak tambak milik warga tengge-lam. “Jadi sekali lagi saya berharap Pe-merintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan normalisasi waduk terse-but,” pinta politisi PKB Jatim tersebut.
Selain itu pihaknya juga meminta kepada Pemprov Jatim dan Pemerin-tah Kabupaten Lamongan untuk mengeruk sungai – sungai yang menuju waduk Rawa Semando. Tidak hanya itu. Batas waduk dan sungai di sepanjang jalur Babat – Lamongan juga harus ditinggikan.
Hal senada diutarakan anggota DPRD Jatim lainnya, Qusnul Aqib. Me-nurutnya, banjir yang terjadi di wila-yah Lamongan – Babat beberapa wak-tu lalu akibat waduk – waduk di wilayah Lamongan saat ini mengalami pendang-kalan. Ini juga sebagai dampak adanya beberapa proyek perumahan di daerah itu.
Qusnul Aqib pun berharap, Peme-rintah Provinsi Jawa Timur dan Peme-rintah Kabupaten Lamongan segera menyediakan anggaran untuk pengeru-kan waduk tersebut, agar banjir di Lamongan tidak terjadi lagi. “Saya juga meminta kepada pemerintah harus menyiapkan pompa air yang berkapa-sitas 500 liter per detiknya di beberapa titik banjir, sehingga banjir di Babat – Lamongan cepat surut,” pintanya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta kepada masyarakat Lamongan – Babat agar peduli dan menjaga lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Sebab, akibat perbuatan tersebut, mengkibatkan banjir.* (suara dprd jatim/berbagai sumber)