3 Demonstran Ditetapkan Jadi Tersangka

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Polisi akhirnya menetapkan 2 orang tersangka lagi dalam dugaan perusakan saat aksi demo menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) di depan Balaikota Malang, Kamis (08/10/2020). Sehingga, hingga saat ini, jumlah tersangka dalam kejadian tersebut ada 3 orang.

 

Para pemuda saat menerima arahan dari Kapolresta Makota dan menjalani rapid test.

 

KEDUA tersangka, BK (23), mahasiwa, warga Dampit, Kabupaten Malang, dan RP (27) security, warga Wagir, Kabupaten Malang. Sementara tersangka yang sudah ditetapkan lebih dulu,  AN (21),  kuli bangunan, warga Wagir, Kabupaten Malang.

Para demonstran diamankan di Mapolresta Malang.

“Ada dua lagi tersangkanya. Keduanya baru kemarin malam berubah statusnya. Mereka tidak saling kenal. Keduanya diduga terlibat dalam aksi pelemparan ke petugas, ke gedung dewan, hingga perusakan kendaraan,” terang Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Selasa (13/10/2020).

Kedua orang itu, lanjut kasat, satu orang adalah salah satu dari 129 orang yang sebelumya diamankan. Sementara satu orang lagi, di luar dari 129 orang yang sudah diperiksa.  “Satu orang dari mahasiswa dan satu orang dari security. Hingga saat ini masih dalam penanganan petugas. Keduanya tersangka baru dari Malang,” lanjutnya.

Unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja Kamis (08/10/2020)  berlangsung anarkis di depan Gedung DPRD Kota Malang. Baik pengunjuk rasa maupun petugas banyak yang terluka. Bus Polres Batu yang diparkir tidak jauh dari lokasi demo, dirusak dengan cara dilempari batu, mobil CRV Satpol PP Patwal Wakil Wali Kota Malang yang di parkir di Jl Majapahit, digulingkan dan dibakar.

Truk Polres Blitar juga dilempari batu. Motor dinas Polresta Malang Kota dibakar di Jl Kahuripan. Serta beberapa mobil milik Pemkot Malang mengalami pecah kaca. Sedangkan bagian depan gedung dewan juga rusak. Para tersangka terancam Pasal 170 KUHP Subsider Pasal 406 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.  (aji/mat)