3.000 Kendaraan Lewati Tol Fungsional Malang – Pandaan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kemacetan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 di jalur Lawang – Kota Malang, jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Ini berkat difungsikannya tol fungsional Malang – Pandaan. Sebanyak 3.000 kendaraan melewati jalur ini.

 

Kondisi arus lalulintas yang padat merayap di jalur Mondoroko, Singosari, Malang, Jawa Timur, Rabu (20/06/2018) siang pukul 12.00 WIB.

 

Petugas Satlantas Polres Malang saat memantau dan melakukan pengamanan jalur arus mudik di perempatan Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

HAL INI diungkapkan Kanit Turjawali Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik Syafiudin, Rabu (20/06/2018). Mantan Kasubag Humas Polres Malang ini menyampaikan, arus mudik lebaran 2018 terjadi penurunan kemacetan lalu lintas di jalur potos Lawang – Singosari. Pada 2017 dan tahun-tahun  sebelumnya, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut sangat tinggi, hingga terjadi kemacetan parah, baik dari arah Surabaya – Malang maupun sebaliknya.

“Selain masa liburan yang sekarang cukup panjang, dengan diberlakukannya tol fungsional Pandaan – Malang yang masuknya dari Sumberwuni, Lawang dan keluar di pertigaan Karanglo, Karangploso, cukup mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama Surabaya Malang. Sehingga kemacetan menurun signifikan dibanding 2017,” terang Kanit Turjawali Polres Malang.

Dia menambahkan, dengan dibukanya tol fungsional Malang – Pandaan, dari jam 07.00 – 17.00 WIB selama arus mudik, tercatat,  setiap jamnya  ada 3.000 kendaraan melintas dari arah Surabaya menuju Malang.  “Kita batasi hanya sampai jam 17.00 WIB, karena memang jalan tol ini belum sepenuhnya jadi, masih belum ada penerangan. Nanti, saat arus balik, jalan tol fungsional ini akan ditutup, ” beber Taufik.

Alasan ditutupnya jalan tol fungsional Pandaan – Malang pada arus balik, menurut Taufik, untuk menghindari kemacetan. Sebab, jika digunakan, sedangkan sarana lampu merah di interchange jalan tol belum ada, justru akan menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama Malang – Surabaya. “Keluar masuknya kan memotong ruas jalan utama. Jika belum ada insfrastrukturnya,  justru akan menimbulkan kemacetan, karena pengemudi akan saling berebutan,” ujar Taufik.

Berbanding lurus dengan tren menurunya kemacetan. Kejadian laka lantas pada Lebaran 2018 juga diprediksi menurun. “Ini masih prediksi,  karena data lengkapnya masih belum disusun, jadi masih berdasarkan pantauan lapangan,” katanya.

“Memang ada penurunan kecelakaan lalu lintas di tahun ini jika dibanding tahun lalu. Kebanyakan yang mengalami kecelakaan adalah warga lokal yang bepergian, bukan pemudik,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi saat ditemui di Pos Pengamanan Lalu Lintas Polres Malang pertigaan Talangagung,  Kepanjen, Rabu (20/06/2018).

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan kuantitas kecelakaan lalu lintas pada Lebaran 2018 ini menurun. Lamanya waktu liburan sehinga menyebabkan arus lalulintas tidak begitu padat, karena pemudik lebih leluasa  memilih berangkat mudik.

“Selain itu juga banyak program mudik gratis. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi turunnya kecelakaan lalu lintas di arus mudik 2018 ini,” jelas Kanit Laka Lantas Polres Malang.

Menghadapi arus balik 2018, Yoyok menghimbau kepada para pengguna jalan agar berhati-hati. “Dalam arus balik, diperkirakan ada kepadatan arus lalu lintas, karena para pemudik rata- rata akan balik berbarengan. Selalu jaga kondisi kesehatan pengendara dan kendaraan, jangan memaksakan diri untuk berkendara jika sudah lelah. Utamakan keselamatan,” pesan Iptu Yoyok Supandi.  (diy)