22 Anggota DPRD Kota Malang “Diboyong” ke Jakarta

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur, terancam ngglondang (kosong mlompong). Pasalnya, setelah 18 anggota dewan berada dalam tahanan KPK, sebanyak 22 anggota DPRD Kota Malang juga akan diperiksa KPK di Jakarta, Senin (03/09/2018).

 

 

Salah satu anggota dewan yang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang.

HAL ITU berawal dari pemeriksaan 22 anggota dewan oleh KPK di Aula Bhayangkari, Polres Malang Kota, Jum’at (31/08/2018) dan Sabtu (01/09/2018) lalu. Kabarnya, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di Jakarta, mulai Senin (03/09/2018).

Salah satu terperiksa, Sugiharto, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, dirinya diperiksa sebagai saksi untuk Ribut Hariyanto (Partai Golkar). “Terkait Pak Ribut, Senin (03/09/2018) saya dan anggota dewan lainnya akan diperiksa di Jakarta,” tuturnya, usai menjalani pemeriksaan.

Dari informasi yang diperoleh, yang akan menjalani pemeriksaan di Jakarta sekitar 22 anggota dewan. Padahal, 18 lainnya sudah ditahan terlebih dahulu. Pemeriksaan masih seputar dugaan suap APBD tahun 2015 Kota Malang. Sementara itu, dikabarkan juga, pembelian tiket ke Jakarta hanya untuk berangkat saja. Sedangkan tiket untuk pulang, tidak ada. Hal ini mengundang spekulasi bahwa 22 wakil rakyat yang diperiksa di Jakarta ini langsung ditahan.

Kasus ini pun terbilang cukup heboh. Mengingat, Walikota Malang non aktif, Moch Anton dan mantan Ketua DPRD, Arief Wicaksono,  telah menjalani vonis.

Beberapa yang terperiksa, Sabtu (01/09/2018), di antaranya, Asia Iriani (PPP), Indra Tjahyono (Demokrat), Choeroel Anwar (Golkar), Moh Fadli (Nasdem), Bambang Triyoso (PKS), Een Ambarsari (Gerindra), Erni Farida (PDIP), Syamsul Fajrih (PPP), Choirul Amri (PKS), Teguh Mulyono (PDIP), Imam Ghozali (Hanura), Letkol Purn Suparno (Gerindra), Afdhal Fauza (Hanura), Tutuk Haryani (PDIP), Soni Yudiarto (Demokrat), Ribut Haryanto (Golkar), Teguh Puji Wahyono (Gerindra), Harun Prasojo (PAN), Hadi Susanto (PDIP), Priatmoko (PDIP), Diana Yanti (PDIP),  dan Sugiarto (PKS). (ide)