100 Pedagang Disekolahkan di Sekolah Pasar

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Guna meningkatkan pelayanan terhadap konsumen, para pedagang pasar di Kota Malang, Jawa Timur,  disekolahkan di sekolah pasar. Sekolah Pasar merupakan inovatif Dinas Perdagangan Kota Malang, yang sudah direncanakan sejak tahun 2017.

 

 

Dr. Eko Sya, MM, Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Pasar Rakyat (tengah) dan Agus Yanto, Divisi Kredit Micro Bank Bukopin Cabang Malang (kiri) kala meninjau Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang.

KEPALA Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat, Dr. Eko Sya, MM, menjelaskan, sekolah pasar itu dimaksudkan memberikan pengetahuan kepada para pedagang. Bentuknya berupa pelatihan, pendampingan, dan beberapa bentuk lain.

Untuk meningkatkan kualitas, pedagang pasar akan mengikuti sekolah pasar.

“Materinya tentang menjadi pedagang yang baik. Memberikan pembekalan bagaimana melayani pembeli, melayani distributor, hingga  menghadapi komplain dan pengelolaan pasar. Mengingat, saat ini pasar ritel modern dengan pelayanan yang terlatih sudah menjamur di mana -mana,” tutur Eko Sya, Selasa (16/07/2018).

Untuk itu, masih kata Eko, para pedagang perlu ada pembekalan lewat sekolah pasar, sehingga mempunyai daya saing dengan ritel modern. Lokasi sekolah berada di Pasar Oro Oro Dowo yang dilakukan 2 kali pertemuan dalam satu bulan. Narasumbernya, diambil dari praktisi yang ahli di bidangnya.

Kondisi Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang.

“Ya seperti pelatihan etika berjualan, menjaga komunikasi dengan pelanggan, lalu bagaimana pengemasan dagangan yang baik dan lainnya termasuk soal permodalan,” lanjutnya.

Dirinya menghimbau agar semua pedagang bisa ikut sekolah pasar tersebut. Sebab,  pihak perbankan juga ikut selain dari Dinas Lingkungan Hidup. Saat ini, sudah ada 100 lebih pedagang yang terdaftar untuk ikut sekolah pasar.

Ia mengaku, perbankan juga banyak yang tertarik terkait sekolah pasar ini. Hal itu diakui Agus Yanto, Divisi Kredit Mikro Bank Bukopin Cabang Malang. Dia berharap,  lewat sekolah pasar, pedagang lebih meningkat kelasnya.

“Untuk itu memang perlu sinergitas dari Dinas Pasar dan Bukopin. Karena kami bergerak di financial, maka kami berharap ada kerjasama. Sehingga kalau ada pedagang membutuhkan dana, kami siap melayani,” katanya. (ide)