TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

10 Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Puskesmas Ramah Anak

Guna meningkatkan peran dan fungsi Puskesmas, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna mencanangkan Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Puskesmas Ramah Anak, Rabu (6/4/2016). Secara bertahap, seluruh Puskesmas di Kabupaten Malang akan menjadi Puskesmas BLUD.

 

Bupati Malang bersama Kepala Dinas Kesehatan.
Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna bersama Kepala Dinas Kesehatan Abdurrahman.

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Abdurrachman, M.Kes, mengatakan, saat ini ada 10 Puskesmas yang akan menjadi BLUD, menyebar di Kecamatan Dau, Donomulyo, Sumberpucung, Kepanjen, Singosari, Gondanglegi, Turen, Dampit, Kasembon, dan Tumpang.

Secara simbolis dokumen BLUD diserahkan kepada masing-masing Kepala Puskesmas dan penyerahan SK Kemenpan Top 99 Inovasi Pelayanan Home Care Permata. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti 10 Puskesmas tersebut oleh Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna.

Selain itu Dr. H. Rendra Kresna juga menyerahkan beberapa bantuan untuk peralatan home care dan pemberian buku profil Puskesmas Ramah Anak.”Program Puskesmas BLUD ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2008, tetapi belum terlaksana dengan baik. Namun pada akhirnya tahun 2016 ini bisa diimplementasikan sekaligus didampingi BPKP Provinsi Jawa Timur,” kata dr. Abdurrachman, M.Kes, di sela-sela acara.

Dia menambahkan, “Kita sudah melakukan survey rata-rata penilaian kepuasan dalam melayani masyarakat yang mencapai lebih dari 75%. Puskesmas kita dorong untuk memiliki minimal satu inovasi dan program unggulan. Misalnya home care yang ada di Kecamatan Turen ini yang kami harapkan bisa diwujudkan di semua kecamatan demi meningkatkan pelayanan yang berkualitas.”

Menurut mantan Kepala Puskesmas Dau ini, pembangunan kesehatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dan dilaksanakan secara sistematis.

Menyinggung Puskesmas Ramah Anak, menurut Abdurrahman, harus bersinergi instansi terkait, seperti KP3A, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Tujuannya, untuk memenuhi sarana-prasarana untuk anak-anak bermain bersosialisasi sambil belajar. Dengan harapan Puskesmas ini buka selama 24 jam dengan pelayanan yang lebih baik, responsif, cepat dan akurat,” jelasnya seraya menambahkan, dalam waktu dekat akan ada penambahan rumah sakit di Kecamatan Ngantang yang dilengkapi instalasi gawat darurat dan penanggulangan bencana.

Sementara itu, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna mengharapkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang setiap tahun bisa terus ditingkatkan. Peningkatan ini harus ditopang kebersamaan masyarakat yang ikut berpartisipasi melaksanakan program yang sudah dicanangkan.

“Pemerintah hanya memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi kegiatan apa pun harus tetap dibangun dengan kebersamaan. Untuk menjadikan Puskesmas BLUD ini membutuhkan beberapa variabel, salah satunya setiap dua tahun sekali harus mengadakan evaluasi yang menghasilkan peningkatan, khususnya dalam pelayanan publik. Saya harap masyarakat menikmati program pemerintah dan teruslah berinovasi dan lebih memperhatikan kesehatan masyarakat dengan keberadaan puskesmas ini,” katanya.*