10 Hari Tak Pulang, Bocah SMP Tewas di Jurang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dicky Hatayama (15), warga Jalan Kamboja, Desa Kebonsari, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan tewas di jurang, Curah Sat, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (12/06/2018).

 

Kondisi mayat Dicky saat ditemukan di dasar jurang Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, setelah hilang 10 hari.

SAAT dikonfirmasi, Kapolsek Poncokusumo, AKP Agus Siswo Hariadi membenarkan penemuan mayat itu. “Benar mas, tadi ada laporan penemuan mayat jam 11.30 WIB. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui korban bernama Dicky Hatayama, warga Tumpang,” terangnya.

Petugas dibantu masyarakat Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mengangkat sepeda motor yang dipakai Dicky saat ditemukan di dasar jurang.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Iptu Andi Risdianto menjelaskan, mayat korban pertama kali ditemukan Nur Ali (42), warga di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang sedang mencari kayu bakar.

“Saat sedang mencari kayu bakar, Nur Ali melihat ada sepeda motor di dasar jurang. Setelah didekati,  ternyata ada sesosok mayat,” jelas Andik.

Melihat ada mayat dengan kepala tinggal  tengkorak, Nur Ali kemudian memberitahu pamong desa setempat, dan langsung melapor ke Polsek Poncokusumo. “Setelah kami ke lokasi,  dari sepeda motor Kawasaki Ninja 2 Tak, DA 5954 LS yang berada di dekatnya, akhirnya bisa diketahui identitas mayat yang ditemukan tersebut,”ungkap Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo.

Petugas PMI Kabupaten Malang menyusuri jurang sat Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang untuk mengsung mayat Dicky.

Diketahui, sepeda motor Kawasaki Ninja biru itu milik Nurul Efendi (24), warga Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Sebelumnya, pada Jumat (01/06/2018), korban yang masih duduk di bangku SMP ini,  bermain ke rumah Nurul.

“Saat sedang bertamu, korban mendapat telepon dari kakaknya bahwa kunci motor milik kakaknya terbawa korban. Sehabis sholat Jumat, dengan meminjam motor milik Nurul, korban pulang untuk mengantarkan kunci motor milik kakaknya,”ungkap Andik.

Dalam perjalanan pulang tersebut, diduga korban mengalami kecelakaan dan terjatuh ke dasar jurang, namun tidak ada seorang pun yang tahu. Nurul, pemilik sepeda motor, karena lama menunggu dan tidak bisa menghubungi korban, sempat curiga dan mendatangi rumah Dicky di Tumpang.

Merasa keluarganya membawa lari sepeda Nurul, pihak keluarga Dicky siap bertanggung jawab dengan mengganti kerugian.

Namun, belum sempat diserahterimakan uang ganti rugi, jasad Dicky ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dasar jurang. “Setelah dilakukan evakuasi oleh Tim PMI Kabupaten Malang, jasad korban langsung dibawa ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang guna diautopsi,” tandas Andik Risdianto. (diy)