1 Guru Terpaksa Mengajar di 3 Sekolah

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Kebutuhan guru negeri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat mendesak. Bahkan ada guru agama atau olahraga yang semestinya hanya bertugas di satu sekolah,  kenyataannya harus mengajar di 3 sampai 4 sekolah.

 

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna melepas balon pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (02/05/2018).

CATATAN INI disampaikan Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna kepada wartawan usai memperingati Hari Pendidikan Nasional, Rabu (02/05/2018) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Puluhan ribu guru mengikuti upacara ini.

“Masih ada guru agama atau olahraga yang semestinya hanya bertugas di satu sekolah, kenyataannya menghandle 3 sampai 4 sekolah. Bahkan di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, ada salah satu SD yang guru dengan status ASN (aparatur sipil negara) hanya seorang diri. Itupun kepala sekolah. Parahnya, sudah mau pensiun lagi,” kata Bupati Malang.

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menyerahkan penghargaan kepada siswa SMPN 1 Singosari, Kabupaten Malang yang berhasil menjadi atlit berprestasi di Jerman dan Thailand.

“Keadaan ini memang memprihatinkan. Masalahnya, memang banyak guru negeri yang pensiun dalam saat yang berbarengan. Ke depan,  kita akan menambah jumlah guru ASN. Tapi tidak melalui tes. Kita akan prioritaskan para GTT (Guru Tidak Tetap) atau guru honorer yang sudah ada,” tuturnya.

Alasan bupati menambah guru dengan merekrut GTT atau honorer daerah untuk dijadikan pegawai negeri, karena banyak di antara mereka yang sudah menjadi guru selama puluhan tahun. “Karena itu, sudah sepantasnya mereka menjadi guru ASN. Apalagi mereka sudah kenal dengan anak dididiknya, sudah terbiasa mengajar,” papar Rendra.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Moch. Hidayat, dalam acara yang sama mengungkapkan, untuk memajukan mutu dan pelayanan pendidikan, pihaknya telah melakukan pembenahan insfrastruktur fisik sekolah.

“Saat ini semua sekolah telah menggunakan atap galvalum. Tidak ada lagi yang memakai asbes. Hal ini untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi siswa maupum tenaga pengajar,” urai Hidayat.

Pria yang akrab disapa Dayat ini juga menjelaskan, sesuai tuntutan jaman dan era globalisasi informasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang akan menerapkan pelayanan pendidikan secara online. Nantinya, pelaporan pembayaran biaya pendidikan,  bisa dilaporkan secara daring (dalam jaringan). “Tujuannya, biar bisa dipantau oleh masyarakat secara luas,” tegasnya.

Sementara itu, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional  2018,  Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna memberikan penghargaan kepada dua siswa berprestasi dari SMPN 1 Singosari. Mereka adalah I Made Khisawa Hergianta, Juara I Karate Coupe Internationale De Kayl di Jerman, dan Wening Sekar Anggora, Juara I International Mathematical Olympiad 2018 di Thailand. (diy)